pelatihan kewirausahaan pemuda BIMA PUTRA

pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan wirausaha pada pemuda

Perlombaan Anak-anak

Perlombaan ini diadakan oleh pemuda setempat untuk memeriahkan HUT RI dan mengikutsertakan masyarakat.

Suasana Blitar pagi hari

kegiatan majelis ta'lim ziarah di makam Soekarno

Gembiraloka Zoo

wisata di Gembiraloka untuk lebih dekat dengan fauna dan satwa nusantara

Hima PLS dan Kegiatan Observasi GiriPurwo

Observasi tentang masalah penduduk yang ada di daerah Giripurwo Gunung Kidul

Selasa, 15 Mei 2012

SUKHOI "Russia"

MOSCOW — Rescuers who hiked Thursday to the remote slope of a dormant Indonesian volcano where a new-model Russian passenger jet crashed found no signs that any of the 50 people aboard had survived, according to local news media and the Russian Foreign Ministry. 
The ministry said a group of Russian aviation experts arrived Thursday in Jakarta, the Indonesian capital, to help with the crash investigation, whose findings will be crucial to Russia’s aircraft manufacturers.  
The first post-Soviet civilian airliner designed in Russia’s trouble-plagued aviation industry, the Sukhoi Superjet 100 had been amassing orders on a six-nation promotional tour through Asia. Just 21 minutes into a Wednesday afternoon demonstration flight, with aviation executives and journalists on board, it vanished from radar. Deep fog kept the plane’s fate a mystery overnight, but its wreckage was eventually spotted along the slope of a steep ridge draped in jungle growth in West Java. Photographs showed a brown gash in the ridge and a cascade of debris.
Moments before the crash, for reasons as yet unknown, the pilot requested to descend to 6,000 feet from 10,000 feet.
Investigators are faced with determining whether to blame mechanical problems for the disaster — which would be a deep blow to Russia’s hopes of seizing part of the lucrative international aviation market — or human error.
A deputy Russian prime minister, Dmitry Rogozin, said the aircraft was working “impeccably” before the crash and suggested that “the human factor” — a reference to pilot error or a mistake by ground controllers — was likely to blame. Russian authorities often blame crashes on pilot error, even before the results of an investigation.
Of the new Russian airplane, Mr. Rogozin said: “It’s a modern airplane. Pilots have a high opinion of it.”
Aeroflot, the Russian national airline, issued a statement Thursday saying it will continue to fly the seven planes in its fleet.
But Fitch, the rating agency, issued a note saying the crash would harm the financial outlook of Sukhoi, a government-controlled company, as fewer airlines would be willing to buy the Superjet now — particularly in light of a long history of safety lapses with earlier models of Russian jets.
Sukhoi had hoped to sell about 1,000 Superjets over a decade, and already had 170 orders on the books. Three Indonesian airlines — Kartika, Sky Aviation and Queen Air — had together intended to buy at least 48 Superjets, The Association Press reported, but spokesmen for two of the airlines said they would suspend those orders until the outcome of the investigation. 

http://www.nytimes.com/2012/05/11/world/asia/russia-plane-crash-indonesia-wreckage-found.html?_r=1&ref=indonesia. (2012/05/16, 11:31)

Selasa, 08 Mei 2012

"Leadpad" untuk anak


Dengan panjang diagonal 5 inci, tablet tersebut memiliki layar sentuh dengan dan rasio aspek 16:9 dan resolusi 480 x 272 pixel. Dan karena hanya diperuntukkan bagi anak-anak, kabarnya tablet ini hanya didukung oleh keberadaan processor 400MHz saja.
Selain sebagai sarana penunjang pendidikan, tablet ini juga bisa dipergunakan sebagai perangkat hiburan, berkat accelerometer, built-in kamera, mikrofon dan bahkan stylus (untuk menggambar dan semacamnya). Ditambah dengan bentuknya yang kekar dan agak bulat serta perpaduan warna yang memikat tentunya sangat cocok bila dipergunakan oleh Anak-anak.
“Kami ingin LeapPad bisa menawarkan kemampuan kepada anak-anak untuk menciptakan pengalaman mereka pribadi melalui konten yang secara otomatis bisa menyesuaikan ke tingkat keterampilan mereka”, kata Craig Hendrickson, wakil presiden senior dan pimpinan produk di Leapfrog.
“Aplikasi LeapPad menginspirasi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas batin mereka. Apakah itu mencoret-coret foto yang dijambil dengan kamera built-in, menciptakan sebuah cerita tentang diri mereka sendiri di Story Studio, atau membawa karakter favorit mereka agar bisa hidup dengan Animation Studio, dan pokoknya memang benar-benar diperuntukkan bagi anak-anak”.
Mengenai ketersediaannya sendiri, tablet LeapPad Explorer ini kini telah dipasarkan di luar negeri dengan bandrol per unitnya seharga 100 USD atau setara dengan 860 ribuan rupiah.

http://www.beritateknologi.com/tentang/pendidikan/ 8 may 2012

Selasa, 01 Mei 2012

Merapi "Educt"


SLEMAN—Tiga sekolah terdampak bencana erupsi Merapi di wilayah Klaten, Sleman dan Magelang diresmikan. Tiga sekolah tersebut adalah Pembangunan SD Negeri Bronggang Baru Sleman, pembangunan Asrama SMK Negeri 1 Salam Magelang dan renovasi SD Negeri 2 Balerante Klaten.
Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah bersama dengan mitra kerja TelkomGroup secara simbolis menyerahkan ketiga fasilitas tersebut kepada pemerintah daerah yang bersangkutan. Serah terima dilakukan di SD Bronggang Baru Argomulyo Cangkringan Sleman, Kamis (19/1).
Dengan selesainya pembangunan kembali gedung sekolah dan asrama pelajar tersebut Telkom berharap siswa kembali sekolah dan bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Biaya untuk pembangunan ini berasal dari TelkomGroup dengan total mencapai Rp2,92 miliar.
Head of Corporate Communication And Affair Telkom, Eddy Kurnia mengatakan, dari penggalangan dana berhasil terhimpun dana sebesar Rp8,9 miliar. Selain membangun sekolah di sekitar Merapi juga disalurkan unuk membangun sekolah baru di Wasior Papua dan Mentawai.
“Telkom terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan manfaat lebih tidak hanya sekadar menjalankan bisnis saja tetapi juga berusaha menebar kemanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan khususnya dunia pendidikan,” kata Eddy Kurnia.
Di SD Bronggang Baru kini terdapat enam ruang kelas, satu ruang guru, satu lab komputer, satu ruang perpustakaan, musala, kamar mandi, dan fasilitas lain. Gedung sekolah didirikan di atas tanah 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 544 meter persegi. Selain itu sekolah dilengkapi local area network (LAN) untuk akses internet. (Harian Jogja/Akhirul Anwar)

http://www.solopos.com/2012/pendidikan/3-sekolah-baru-lereng-merapi-diresmikan-156887

somalia's war


REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sebanyak 29 anak Somalia harus meregang nyawa. Anak-anak tersebut meninggal di kamp pengungsian Saylici, Mogadishu Karaan, akibat diterpa kelaparan.
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia, Mark Bowden, menyatakan bahwa sebanyak 250 ribu lebih keluarga membutuhkan tempat tinggal. ''Mereka juga membutuhkan makanan, obat, dan bantuan kemanusiaan lainnya,'' kata Bowden, seperti dikutip Press TV, Senin (13/2).
Pada 3 Februari lalu, PBB menyatakan bahwa kelaparan di Somalia sudah berakhir. Tapi, Bowden memperingatkan bahwa dua juta lebih warga Somalia masih sangat membutuhkan bantuan. Kondisi ini bisa memburuk pada Mei mendatang.

Somalia tidak memiliki pemerintah yang berfungsi sejak 1991 lalu. Ini setelah panglima perang menggulingkan mantan diktator Mohamed Siad Barre.
Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Aghia Khumaesi
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/02/14/lzdedh-bencana-kelaparan-tewaskan-29-anak-somalia

Selasa, 24 April 2012

PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI


Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?


Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

http://www.pendidikankarakter.com/membangun-karakter-sejak-pendidikan-anak-usia-dini/

pendidikan kewirausahaan mulai dari USIA DINI

Tantangan perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif, mengharuskan anak bangsa melakukan gebrakan-gebrakan baru untuk meningkatkan kualitas sekolah dan lulusannya. Satu diantaranya adalah dengan mengembangkan pendidikan kewirausahaan.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman mengatakan, pendidikan kewirausahaan hendaknya tidak hanya diajarkan mulai dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi. Menurutnya, akan lebih baik jika kewirausahaan juga diajarkan sejak anak-anak memasuki bangku taman kanak-kanak (TK).
Hal itu dikatakannya pada pembukaan Konferensi Internasional UNESCO-APEID ke-15, Selasa (6/12), di Hotel Sultan, Jakarta. Konferensi ini mengusung tema "Pendidikan yang Inspiratif: Kreativitas dan Kewirausahaan".
"Jadi nantinya tidak hanya jenjang SD sampai perguruan tinggi. Tetapi jika perlu sejak Taman Kanak-kanak (TK) sudah ditanamkan pendidikan kewirausahaan," kata Arief.
Ia mengungkapkkan, selain bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kewirausahaan, konferensi internasional ini juga merupakan langkah inisiatif pendidikan kewirausahaan, tentang praktik kewirausahaan, dan sebagai upaya untuk mendongkrak pendidikan kewirausahaan di semua level pendidikan.
Konferensi yang berlangsung 6-8 Desember 2011 ini dihadiri oleh para akademisi, pendidik, dan pengusaha terkemuka di kawasan Asia Pasifik. Sejumlah hal akan dibahas, di antaranya akan dilakukan kajian mengenai cara-cara untuk mengoptimalkan kreativitas dan kewirausahaan di bidang pendidikan.

Sebanyak lebih dari 400 peserta yang berasal dari sekitar 20 negara yang berpartisipasi akan melihat contoh-contoh bidang usaha dan kisah-kisah keberhasilan dari sektor publik mau pun swasta serta mengeksplorasi daya kreativitas dan kewirausahaan.
Ke depannya, contoh-contoh ini diharapkan mampu menginspirasi generasi mendatang yang terdiri dari orang-orang inovatif untuk berpikir secara lateral (kreatif) dan berani mengambil risiko yang telah diperhitungkan.

Salah satu pembicara utama, Larry O'Farrel, seorang guru besar dan Ketua Bidang Seni dan Pembelajaran UNESCO dari Fakultas Pendidikan, Universitas Queen's Kanada mengatakan, dunia membutuhkan orang-orang kreatif. Individu dengan karakter seperti ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah di semua sektor perekonomian untuk meningkatkan produktivitas dan kewirausahaan serta mengatasi tantangan sosial dan budaya yang besar.

Oleh karena itu, kebutuhan yang lebih mendesak adalah sistem pendidikan yang dapat meningkatkan kapasitas kreatif generasi mahasiswa saat ini dan akan datang. Namun, kata O'Farrel, mengutip para kritikus pendidikan, konfigurasi pendidikan saat ini kurang dilengkapi perangkat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Di banyak bagian dunia, penghafalan masih menjadi satu-satunya metode pengajaran yang digunakan. Di negara-negara yang lebih maju, penguasaan pengetahuan lebih diprioritaskan daripada eksperimen kreatif akibat adanya efek penghambat dari ujian yang distandarisasi," kata O'Farrel.

Para pembicara lainnya yang akan hadir di konferensi ini adalah Wang Libing (Guru Besar Bidang Pendidikan, Universitas Zhejiang, RRC), Ciputra (pendiri Grup Ciputra dan Ciputra Entrepreneur Center), serta Sofjan Wanandi (Ketua Asosiaso Pengusaha Indonesia (Apindo)), dan Mira Lesmana (penulis sekaligus produser film Indonesia).
(kmp/ts)

http://esq-news.com/2011/berita/12/06/pendidikan-kewirausahaan-harus-dari-tk.html

Senin, 20 Juni 2011

"LULUS CEPAT, IKUTI SP "

              Kebijakan universitas yang ditujukan pada masing-masing fakultas di UNY, untuk melaksanakan semester khusus atau biasa disebut semester pendek disambut hangat dari mahasiswa bahkan di tunggu-tunggu oleh mahasiswa UNY. Hal itu bisa dilihat dari padatnya dan panjang antrian saat pembayaran yang  dilaksanakan di BPD cabang UNY. Disimpulkan bahwa pelaksanaan SP menarik antusias mahasiswa. 
                50.000/SKS biaya tersebut tidak  membebani mahasiswa untuk mengikuti SP  meskipun biaya lebih tinggi dari tahun lalu. SP yang diadakan saat libura semester, waktu yang cukup tersebut digunakan mahasiswa untuk menambah jumlah sks kuliahnya. Dari pada liburan dan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting lebih baik ikut SP.  
               Program SP tersebut tidak sepenuhnya menarik minat mahasiswa. Selain kebijakan jurusan masing-masing fakultas yang tidak mengadakan SP tersebut, mahasiswa juga memiliki kesibukan diluar kampus.

(UNY)