Selasa, 29 Mei 2012

mengetik 10 jari


A.    LATAR BELAKANG

Tenaga kerja profesional tentu merupakan kebutuhan bagi perusahaan dan lembaga. Peningkatan kinerja tenaga kerja dapat meningkatkan mutu lembaga atau perusahaan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja salah satunya dalm mengoprasikan komputer dan teknologi lain. Dalam hal ini kemampuan dalam mengoperasikan media informatika seperti komputer maupun alat teknologi yang lain harus diperhatikan. Setiap lembaga atau perusahaan memiliki target yang ingin dicapai secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu. Untuk mencapai tujuan itu harus dilakukan secara cepat,  efisien dan efektif.

Sementara itu calon tenaga kerja belum sepenuhnya memperhatikan hal itu. Keterampilan dan kemahiran dalam penggunaan komputer  tidak diperhatikan hanya sebatas menguasai dan dapat menggunakan komputer saja. Walaupun banyak  situs-situs yang menyediakan software untuk belajar  rapidly typing akan tetapi hal itu dirasa tidak penting dan tidak terlalu dipersoalkan dalam kinerja tenaga kerja. Karena tanpa keterampilan itu tugas atau kerjaan juga dapat diselesaikan. Karyawan atau tenaga kerja tentu memiliki tugas yang banyak dan terkadang harus lembur untuk menyelesaikanya. Masalah tersebut dapat di kurangi dengan mengerjakan tugas lebih cepat.

Memenuhi kebutuhan lembaga atau perusahaan akan keterampilan dalam menggunakan media atau peralatan. Akan tetapi, ketidakmampuan dalam penguasaan teknologi komputer oleh para karyawan dapat menghambat pengembangan perusahaan. Seperti halnya dalam penggunaan komputer yang lambat. Untuk mengatasi hal tersebut program ini dilaksanakan yaitu pelatihan komputer dengan mengetik cepat dan efektif sehingga kerja karyawan dapat selesai lebih cepat.



B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apakah  “typing rapidly” atau mengetik cepat itu?
2.      Bagaimana program tersebut dilaksanakan?
3.      Bagaimana indikator keberhasilan dalam mengetik cepat?

C.     TUJUAN
1.       Mengetahui pengertian   “rapidly typing” atau mengetik cepat.
2.      Mengetahui  pelaksanaan program  mengetik cepat.
3.      Mengetahui  indikator keberhasilan dalam mengetik cepat.


D.    KELUARAN YANG DIHARAPKAN
peserta didik diharapkan untuk dapat:
a.       Berintegrasi dengan teknologi yang telah diterapkan di lembaga atau perusahaan dengan mudah.
b.       Melaksanakan jenis-jenis pekerjaan dengan aplikasi komputer yang dibutuhkan
c.       Mengembangkan kemampuan diri secara mandiri untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.
d.      Mengetik 10 jari dengan cepat, tepat dan efisien.

E.     KEGUNAAN
Program mengetik cepat dengan 10 jari ini telah banyak diadakan oleh lembaga kursus komputer akan tetapi belum sepenuhnya dirasakan dan dikuasai dengan baik. Program ini dilakukan guna meningkatkan produktifitas bagi calon tenaga kerja maupun tenaga kerja yang sedang dalam kursus atau job training.


F.      TINJAUAN PUSTAKA

Henry Fayol, tokoh dan ahli teori manajemen, telah mengidentifkasi tiga macam keterampilan dasar (Oetomo, 2002 ) salah satunya adalah keterampilan teknis. Keterampilan teknis yaitu kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh manajer lini pertama, berupa kemampuan mengolah kata analisis spreadsheet dan implementasi grafis, pengelolaan database, penguasaan jaringan komputer dan komunikasi seperti lokal area network dan internet, serta pengelolaan presentasi. Untuk menguasai keterampilan tersebut tentu dibutuhkan keterampilan dalam penggunaan software dan hardware komputer.
Sementara itu, kinerja atau prestasi tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor, menurut Steerd dalam Sutrisno (2003: 151), umumnya prestasi kerja individu merupakan fungsi gabungan dari tiga faktor, yaitu :
1.      Kemampuan perangai, dan minat seorang pekerja.
2.      Kejelasan dan penerimaan atas penjelasan peranan seorang pekerja.
3.      Tingkat motivasi kerja
Sesuai dengan pendapat Steerd diatas bahwa kemampuan perangai yaitu kemampuan dalam menggunakan media yang ada merupakan salah satu faktor prestasi kerja.
Setiap hari  terjadi kesibukan dikantor seperti pembuatan surat menyurat, proposal penawaran, laporan keuangan, tabelaris, grafik-grafik forecasting, penjadwalan dan transaksi. Tidak jarang para karyawan bekerja lembur karena kegiatan menggunakan komputer tidak dilakukan dengan cepat dan efisien. Peningkatan produktifitas kerja dan efektifitas waktu. Penggunaan aplikasi perkantoran akan meningkatkan produktifitas kerja. Selain hasil kerja lebih berkualitas, kuantitas pekerjaan yang dapat diselesaikan juga meningkat (Oetomo : 2002).
Penerapan peralatan elektronik di kantor dapat dimulai dengan cara mengintensifkan penggunaan peralatan komputer dalam menghasilkan surat, laporan dan pendokumentasian transaksi harian.
Ooetomo (2002), merumuskan beberapa aplikasi yang harus dikuasi, seperti:
1.      Aplikasi pengolah data, yang memungkinkan penyusunan berbagai jenis dokumen dalam jumlah banyak secara terstruktur, informatif, dan cepat.
2.      Aplikasi pengolah angka, yang memungkinkan pembuatan tabel-tabel beserta perhitungan-perhitunganya serta penerapan rumus dan fungsi statistik.
3.      Aplikasi pengolah data yang memungkinkan pengorganisasian data dari berbagai transaksi. Dengan aplikasi ini proses pencairan, penggantian, perhitungan dan peremajaan data dapat dilakukan dengan cepat dan   mudah.
Untuk menggunakan komputer dengan aplikasi-aplikasi tersebut dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Mengetik cepat atau typing rapidly perlu di terapkan dalam penyelesaian pekerjaan kantor dan lain-lain sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan lembur bekerja. Mengetik cepat tidak hanya melakukannya dengan cepat tetapi memiliki teknik dalam typing yaitu dengan mengetik 10 jari.  
·         keyboard
            Penciptaan keyboard komputer di ilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya di buat dan di patenkan oleh Christopher Latham pada tahun 1868 dan banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington. Keyboard komputer pertama disesuaikan dari kartu pelubang (punch card) dan
teknologi pengiriman tulisan jarak jauh (Teletype). Tahun 1946 komputer ENIAC
menggunakan pembaca kartu pembuat lubang (punched card reader) sebagai alat
input dan output.
Bila mendengar kata “keyboard” maka pikiran kita tidak lepas dari adanya sebuah komputer, karena keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Keyboard dalam bahasa Indonesia artinya papan tombol jari atau papan tombol. Pada keyboard terdapat tombol-tombol huruf A – Z, a – z, angka 0 - 9, tombol dan karakter khusus seperti : ` ~ @ # $ % ^ & * ( ) _ - + = < > / , . ? : ; “ ‘ \ | serta tombol-tombol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya adalah 104 tombol. Sedangkan pada Mesin ketik jumlah tombolnya adalah 52 tombol.
Bentuk keyboard umumnya persegi panjang, tetapi saat ini model keyboard sangat variatif. Dahulu orang banyak yang menggunakan mesin ketik baik yang biasamaupun mesin ketik listrik. Keyboard  mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi dengan mesin ketik. Perbedaannya terletak pada hasil output atau tampilannya. Bila kita menggunakan mesin ketik, kita tidak dapat menghapus atau membatalkan apa-apa saja yang sudah ketikkan dan setiap satu huruf atau simbol kita ketikkan maka hasilnya langsung kita lihat pada kertas. Tidak demikian dengan keyboard. Apa yang kita ketikkan hasil atau keluarannya dapat kita lihat di layar monitor terlebih dahulu, kemudian kita dapat memodifikasi atau melakukan perubahan-perubahan bentuk tulisan, kesalahan ketikan dan yang lainnya.
Seperti juga “mouse”, keyboard dihubungkan ke komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada keyboard. Ujung kabel tersebut dimasukkan ke dalam port yang terdapat pada CPU komputer.
Secara fisik, keyboard terbagi atas 4 bagian, yaitu:
1. Keyboard Serial
Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.
2. Keyboard PS/2
Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.
3. Keyboard Wireless
Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima.
Dari sisi tombol yang digunakan, keyboard memiliki perkembangan
yang tidak terlalu pesat sejak ditemukan pertama kali. Yang terjadi
hanyalah penambahan – penambahan beberapa tombol bantu yang
lebih mempercepat pembukaan aplikasi program.
Secara umum, struktur tombol pada keyboard terbagi atas 4, yaitu:
5. Tombol Ketik (typing keys)
Tombol ketik adalah salah satu bagian dari keyboard yang berisi huruf dan angka serta tanda baca. Keyboard dan mouse wireless
Konektor USB
Secara umum, ada 2 jenis susunan huruf pada keyboard, yaitu tipe QWERTY dan DVORAK. Namun, yang terbanyak digunakan sampai saat ini adalah susunan QWERTY.
6. Numeric Keypad
Numeric keypad merupakan bagian khusus dari keyboard yang berisi angka dan sangat berfungsi untuk memasukkan data berupa angka dan operasi perhitungan. Struktur angkanya disusun menyerupai kalkulator dan alat hitung lainnya.
7. Tombol Fungsi (Function Keys)
Tahun 1986, IBM menambahkan beberapa tombol fungsi pada keyboard standard. Tombol ini dapat dipergunakan sebagai perintah khusus yang disertakan pada sistem operasi maupun aplikasi.
8. Tombol kontrol (Control keys)
Tombol ini menyediakan kontrol terhadap kursor dan layar. Tombol yang termasuk dalam kategori ini adalah 4 tombol bersimbol panah di antara tombol ketik dan numeric keypad, home, end, insert, delete, page up, page down, control (ctrl), alternate (alt) dan escape (esc).

Telah dijelaskan  bagian-bagian keyboard dan pembagian typing dengan 10 jari. Typing dengan cepat dan tepat juga mempengaruhi produkstifitas hasil dalam bekerja.Oleh karena itu pelatihan ini diadakan untuk mengatasi masalah diatas. Sasaran suatu  pelatihan  dan pengembangan sumber daya manusia salah satunya adalah meningkatkan produktifitas kerja. Pelatihan yang dapat meningkatkan performance kerja pada posisi jabatan sekarang. Kalau level of performance-nya naik, maka berakibat peningkatan dari pruduktifitas dan peningkatan keuntungan bagi perusahaan.

G.    METODE
Awal
·         Menyiapkan  bahan ajar, peralatan, tempat , pendidik dan peserta didik
·         Mengadakan rapat koordinasi untuk penyusunan dan penyesuaian program dan jadwal kegiatan.

Inti
·         Pelatihan basic komputer.
·         Pelatihan dengan aplikasi-aplikasi komputer.
·         Pelatihan typing rapidly dengan 10 jari.

Pengembangan
·         Berintegrasi dengan teknologi yang telah diterapkan di lembaga atau perusahaan dengan mudah.
·          Melaksanakan jenis-jenis pekerjaan dengan aplikasi komputer yang dibutuhkan
·         Mengembangkan kemampuan diri secara mandiri untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.

1)      Pelaksanaan Belajar Mengetik Cepat

No
Tugas
Waktu
Keterangan

1.
Belajar mengetik dengan 10 jari sesuai dengan teknik yang telah dijelaskan.
4-6 x pertemuan
Berlatih dan terbiasa mengetik 10 jari.
2.
Mengetik dua paragraf atau lebih yang telah ditentukan dengan menghitung waktu.
2-3 x pertemuan
Mengetahui berapa lama mengetik.
3.
Ketik 400-500 karakter selama 5 menit
1  x pertemuan
Melatih ketik cepat
4.
Ketik 900-1000 karakter selama 10 menit
1 x pertemuan
Melatih ketik cepat
5.
Mendeskripsikan sesuatu sebanyak 900-1000 karakter selama 5 menit.
1 x pertemuan
Penilaian dan evaluasi

2)      Cara Menggunakan Keyboard
Di masa sekarang ini telah tersedia berbagai macam produk keyboard yang ditujukan agar anda nyaman mengetik, meski dalam waktu lama. Namun yang lebih penting adalah bagaimana anda mengatur postur dan posisi tubuh anda, terutama lengan anda, sehingga anda bisa menghindari kelelahan dan cedera. Untuk itu ada baiknya mengikuti nasehat Stephanie Brown, seorang guru piano asal Amerika, dalam majalah "Her World". "Ikutilah disiplin pemain piano yang sedang pentas," katanya. Stephanie memberi lima petunjuk untuk diterapkan saat anda mengetik pada keyboard.
1.      Sejajarkan pergelangan tangan dengan telapak tangan.
Upayakan pergelangan tangan anda selalu sejajar dengan telapak tangan. Lemaskan pergelangan tangan anda seperti mengambang. Jangan tegang.
2.      Posisi siku menggantung .
Pastikan siku anda dalam posisi bebas menggantung. Menyandarkan siku pada sandaran kursi saat mengetik, selainmenyulitkan anda untuk mengetik, juga membuat anda tegang dan cepat lelah.
3.      Lemaskan jari telunjuk dan jari manis anda.
Kunci mengetik tanpa lekas lelah adalah melemaskan seluruh jari anda. Jangan kaku dan tegang. Biarkan lemas, rileks, apa adanya.
4.      Tekan tombol dengan tenang
Jangan menekan tombol dengan kuat atau mengalirkan kekuatan penuh pada tangan anda. Ingat, anda sedang mengetik, bukan memukul tombol keyboard.
5. Bila tidak sedang mengetik
Lemaskan keseluruhan tangan bila sedang tidak memencet tombol di keyboard. Keadaan anda sebelum mengetik juga mempengaruhi kondisi anda di saat mengetik.
Tangan Kiri
Jari Kelingking :          Baris Pertama = ‘ dan 1
Baris Kedua = Tab dan Q
Baris Ketiga = Capslock dan A
Baris Keempat = Shift kiri dan Z
Baris Kelima = Ctrl dan Windows

Jari Manis :                  Baris Pertama = 2
Baris Kedua = W
Baris Ketiga = S
Baris Keempat = X

Jari Tengah :                Baris Pertama = 3
Baris Kedua = E
Baris Ketiga = D
Baris Keempat = C

Jari Telunjuk : Baris Pertama = 4 dan 5
Baris Kedua = R dan T
Baris Ketiga = F dan G
Baris Keempat = V dan B

Ibu Jari : Baris Kelima = Alt kiri dan Spasi

Tangan kanan
Ibu Jari :          Baris Kelima = Alt kanan dan Spasi

Jari Telunjuk : Baris Pertama = 6 dan 7
Baris Kedua = Y dan U
Baris Ketiga = H dan J
Baris Keempat = N dan M
Jari Tengah :                Baris Pertama = 8
Baris Kedua = I
Baris Ketiga = K
Baris Keempat = ,

Jari Manis :                  Baris Pertama = 9
Baris Kedua = O
Baris Ketiga = L
Baris Keempat = .

Jari Kelingking :          Baris Pertama = 0, -, = dan BackSpace
Baris Kedua = P, [ dan ]
Baris Ketiga = , ;, ‘ dan Enter
Baris Keempat = / dan shift kanan


DAFTAR PUSTAKA

Oetomo, Budi Sutedjo Dharmo. 2002. Perencanaan & Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.
Sutrisno, Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.

0 komentar:

Poskan Komentar